Highlights Fakta Pare:
- Terdapat lebih dari 150 lembaga kursus legal di dua desa (Tulungrejo & Pelem).
- Wajib menggunakan bahasa Inggris 24 jam di area Camp/Asrama.
- Sepeda onthel adalah moda transportasi utama layaknya di Belanda.
Banyak yang mengira bahwa "Kampung Inggris" adalah sebuah desa di mana seluruh penduduk aslinya, mulai dari pedagang pentol hingga petani, fasih berbahasa Inggris. Faktanya tidak 100% demikian, namun atmosfer belajarnya memang tidak akan Anda temukan di tempat lain di Indonesia.
Bukan Sekadar "Kampung"
Sebutan Kampung Inggris sebenarnya merujuk pada dua desa di Kecamatan Pare, yaitu Desa Tulungrejo dan Desa Pelem. Di sinilah terkonsentrasi lebih dari 150 lembaga kursus bahasa asing. Tidak hanya bahasa Inggris, kini juga tersedia kursus bahasa Arab, Mandarin, Jepang, hingga Korea.
Aturan English Area 24 Jam
Salah satu kunci sukses alumni Pare adalah metode immersion (pencelupan). Di asrama atau Camp, berlaku aturan wajib berbahasa Inggris 24 jam. Jika melanggar (berbicara bahasa Indonesia/Daerah), siap-siap kena denda atau hukuman unik seperti menghafal 50 *vocab* baru atau pidato di depan umum.
Budaya Sepeda Onthel
Jangan harap melihat kemacetan mobil mewah di gang-gang Pare. Raja jalanan di sini adalah sepeda onthel! Hampir 90% siswa menyewa sepeda untuk mobilitas dari asrama ke tempat kursus. Pemandangan ribuan sepeda yang memenuhi Jalan Brawijaya dan Jalan Anyelir setiap jam pergantian kelas adalah ikon khas Pare.
Biaya Hidup Ramah Pelajar
Meski populer, biaya hidup di Pare masih sangat terjangkau. Untuk tahun 2025:
- Sewa Sepeda: Rp 80.000 - Rp 150.000 per bulan.
- Makan Sekali: Rp 10.000 - Rp 15.000 (Nasi pecel tumpang adalah menu wajib!).
- Laundry: Rp 4.000 - Rp 5.000 per kg.
FAQ Seputar Kampung Inggris
1. Apakah harus punya dasar bahasa Inggris dulu?
Tidak perlu. Ada program Starting from Zero khusus untuk pemula yang benar-benar belajar dari nol (ABC).
2. Berapa lama durasi kursus yang ideal?
Untuk hasil maksimal (bisa speaking lancar), disarankan mengambil paket minimal 1 bulan hingga 3 bulan.
3. Bagaimana cara mendaftarnya?
Sebagian besar lembaga kini menerima pendaftaran online melalui website resmi masing-masing atau melalui agen pendaftaran terpadu.